Sunday, November 12, 2006

Penuhi Janji ......

Catatan Harianku Selama Ramadhan 1427 Hijriah….


Sepuluh Hari Pertama……

Hari Pertama : 24 September 2006

Ada tiga catatan yang perlu Aku ceritakan untuk hari pertama ku di bulan Ramadhan tahun ini

Yang Pertama…. Rasa syukur kepada Allah SWT.. karena hari ini hari pertama Aku berpuasa, Ada Suami disisiku sekaligus sahur dan berpuasa di rumah kami sendiri. Terima kasih ya Allah atas berkah rejeki rumah ini… Mudah-mudahan kami dapat memeliharanya dengan baik, menjadikannya rumah untuk beribadah dan selalu dekat dan bersyukur kepada Mu ya Allah. Amin..
Mungkin Aku terlalu semangat untuk itu, akibatnya ada sedikit cerita lucu, mungkin tidak terlalu lucu, tapi cukup membuat Aku geli sendiri kalau mengingatnya..
Akusulit untuk tidur. Setelah jam 2 malam, Aku akhirnya memutuskan untuk tidak ngotot tidur. Aku bangun dan mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk sahur. Jam 3.20 semuanya telah siap. Aku lalu cek jadwal, ah ternyata subuh jam 4.16, berarti jam 3.30 waktu yang tepat untuk makan sahur. Itu yang terpikir olehku... belum lagi gak lama papa nelpon bangunin sahur… (makasih pa….)
Aku pun bangunin sang suami… sayangnya dia malah keberatan makan sahur jam segitu. Walhasil dia ngomel, terus bilang, coba cek subuh jam berapa…
Aku bingung juga, tadi di cek jam 4.16. walhasil Aku cek lagi..
Wahhhhh…!!! ternyata subuh jam 4.26. berarti masih satu jam lagi… hehehe.. dengan malu, Aku suruh lagi aja suami melanjutkan tidurnya…
Akhirnya jam 4 tepat Aku bangunin dan kamipun makan bersama.

Catatan yang kedua.. adalah mengenai sholat subuh berjamaah di mesjid Agung Sarua Permai.
Ketika melihat dua orang jemaah perempuan berdampingan waktu sholat. Kemudian setelah sholat subuh mereka baru menyadai bahwa mereka saling kenal. Uniknya karena usia mereka berdua sudah lanjut banget… walhasil mereka langsung saling bersalaman dan berpelukan mengucapkan rasa syukur masih bisa bertemu satu sama lain, dan terutama bersyukur bertemu bulan Ramadhan.
Aku jadi terharu menyaksikannya… padahal usia itu milik Allah.. dan rasa syukur bertemu ramadhan bukan hanya hak orang2 usia lanjut seperti kedua ibu tersebut, tapi juga kita2 yang masih muda…
Sayangnya terkadang kita sering lupa akan Hak Allah atas nyawa kita…
Termasuk Aku.. yang pemalas ini…terkadang khilaf dan lupa akan hal tersebut….


Dan ketiga, adalah pengujian rasa sabar…..
Aku mencatat bahwa puasa satu hari jauh dari menjamin munculnya rasa sabr. Sulitnya menetralisir rasa egois, pemarah dan sifat jelek lainnya dengan rasa sabar.
Sabar benar-benar kunci bagi kehidupan untuk menuju kehidupan sakinah.
Ketika sabat tidak dijalani.. maka sakinah tidak akan dikenali…..


Hari kedua bulan ramadhan 1427 hijriah
(25 September 2006)


Diam

Kalau diam akan menyelesaikan masalah….
Baik… aku akan diam,…..
Kalau kesunyian menjadi cara mendapatkan solusi..
Baik. Akupun menjadi pendiam …. tidak masalah..

Tapi jika dengan diam, hati ikut sakit…
Apakah ini yang kita cari ?
Apabila melalui diam, ikatan janji sehidup semati menjadi kabur…
Apa ini juga yang kita inginkan…

Aku hanya ingin diam…
Jika kamu juga diam…
Aku akan terus diam…
Jika diamlah yang kamu tunjukkan…
Aku akan terus diam dan diam…
Hingga kamu hancurkan diammu…..
Aku akan terdiam…
Sampai kamu tetap diam….



Catatan lain yang Kudapat adalah dari ceramah seorang ustaz pada taraweh malam ini : Cerita dan Penafsiran tentang Nasehat Luqman kepada anaknya terkait :
- mengenai akidah terkait syirik (termasuk riya’ didalamnya)
- mengenai ibadah terkait sholat dan lainnya
- mengenai moralitas (dengan membenci sifat congkak dan sombong)
Detailnya kata ustaz tersebut dapat di lihat pada surat Luqman…
Mudah-mudahan aku bisa mencarinya nanti….


Hari ketiga bulan Ramadhan 1427 H
(26 September 2006)


aku akan tuliskan saja ilmu yang kudapat dari kultum teraweh hari ini :
- indikator perbaikan diri selama ramadhan melalui alqur’an, yakni : Jika selama bulan ramadhan makan orang-orang akan berjam-jam dekat dan membaca Alqur’an. Pertanyaannya berikutnya adalah, apakah setelah ramadhan hal tersebut masih berlanjut ?
- aku mendapatkan informasi mengenai maskdu kata “Kami” dalam alqur’an, yakni ini berarti Allah sedang mengajak serta para malaikat dan para nabiNya untuk melakukan sesuatu. Jadi bukan berarti jumlah Allah jadi jamak, tapi pada saat penekanan kata Kami dalam alqur’an itu berarti Allah tengah mengajak mahluk2 terdekatnya. Alqur’an memang dalam sekali pengertiannya ya……
- aku juga jadi tahu bahwa mempelajari alqur’an sebagai wujud menghindari sikap menzalimi diri, baik zalim jika tidak membaca Alqur’an, zalim jika membaca Alqur’an tapi tidak mengerti (tidak membaca terjemahan atau maksud ayat Alqur’an tersebut) dan zalim jika setelah membaca terjamahannya, tapi tidak berusaha melaksanakannya….
- berlomba-lomba mengenal alqur’an berarti tidak hanya belajar dan membaca alqur’an, namun termasuk juga mendukung kegiatan belajar alqur’an….



Hari Ke empat
(27 September 2006)


Catatan pertama adalah : Mana yang lebih utama… sholatnya sendiri atau do’a setelah sholat dalam kaitannya dengan “komunikasi dengan Allah?”
Sebagian besar umat, cenderung lama dalam berdo’a. khusuk dalam meminta. Namun terburu-buru dalam rangkaian kegiatan sholatnya…
Seringkali imam sholat membaca begitu cepat ayat-ayat Alqur’an dan bacan sholatnya sehingga tidak tuma’ninah… tergopoh-gopoh kita para makmum dibuatnya..
Tapi kemudian para imam sholat berdoa begitu panjang lebar, hingga para makmum terkantuk-kantuk karennya.
Lalu apa yang salah…
Mungkinkah keinginan meminta jauh lebih terasa nyaman dan enak daripada menjalankan sebuah kewajiban ?

Catatan kedua hari ini :
Ketika Allah mengabulkan doa kita… terkadang tidak sekedar doa yang tercetus secara lisan ya.. tapi juga secara batin…
Pengalaman aku hari ini menjadi salah satu bukti dari sekita juta bukti langsung akan keberadaan Allah, akan keMaha Mendengaran Allah serta akan Maha Mengabulkannya doa…
Kepanasan, beratnya bawaan setra kesulitan dalam mendapatkan angkot sepulang dari belanja tadi, dijawab Allah dengan mendadak ada tukang ojeg lewat (padahal itu bukan wilayah ojeg…) menawarkan diri untuk mengantarkan pulang kerumah…
Subhanallah…. Satu lagi doaku dikabulkan Allah….




Hari Ke lima
(28 September 2006)


Catatan pertama “ silahturahim……”
Aku gak berani menjawab apakah mungkin keluarga muslim di Jakarta dan sekitarnya menyukai atau senang menerima kunjungan dari sodara atau teman.
Karena sifat individualistis yang besar di kota besar melahirkan sikat tidak nyaman menerima kunjungan dari orang yang tidak diharapkan.
Sebenarnya apakah makna silahturahim ? mengapa musti seharusnya senang untuk saling berkunjung…..
Dimanakah aku bisa menemukan jawabannya ?

Catatan kedua….
Aku dapat dari teraweh malam ini :
Manusia merindukan surga itu merupakan hal yang biasa…namun ketika Surga yang merindukan manusia…aaaaah betapa nikmatnya dan itu bisa didapat dengan memenuhi syarat berikut ini :
Pertama… kita harus termasuk golongan orang yang selalu membaca Alqur’an dan tidak berhenti membaca nya…
Kedua… kita harus memelihara lidah kita… oleh karenanya jika tidak bisa maka kita lebih baik diam.. karena hal itu bermanfaat untuk orang lain…
Ketiga … kita harus termasuk orang yang rajin bersedekah.. sedekah tidak akan pernah membuat kita miskin…
Keempat… kita harus termasuk orang yang menjaga puasanya di dalam bulan ramadhan ini……



Hari Ke enam
(29 September 2006)


Rasa-rasanya, pahala bahkan nilai puasaku hari ini berkurang bahkan mungkin tidak mendapatkan apa-apa aku hari ini, sebagai akibat melakukan qhibah… meskipun tanpa bermaksud menyakiti hati orang lain ?
Apa itu qhibah..mengapa perempuan sulit menhindarinya.. adakah yang tau bagaimana menjawabnya ?

Catatan dari sholat teraweh malam ini :
Aku mendapat pengetahuan bahwa ada tuntunan dari nabi untuk menjaga pahala kita….
Yakni dengan menghindari dan menjauhi tiga perbuatan yang membuat amalan tidak bermanfaat bagi manusia, yakni :
Pertama, mempersekutukan Allah dengan mahluk lain
Kedua, anak yang menyakiti hati kedua orang tuanya
Ketiga, lari dari perang yang berkecamuk….



Hari Ke tujuh
(30 September 2006)


Catatan pertama : Hari ini temanku bercerita ttg kesalahan yang dilakukannya, serta akibat dan resiko yang diterimanya.
Kesalahan menjadi pelajaran penting bagi kehidupan manusia yang mau belajar untuk tidak mengulangi peristiwa yang sama dan menjadi lebih baik dengan cara menghindari penyebab kesalahan tersebut…..

Catatan kedua : Apa sih teraweh itu.. Mengapa teraweh harus berjamaah… adakah yang tahu dimana mencari jawabannya ?


Hari Ke delapan
(01 Oktober 2006)


Catatan pertama : Rasa sakit yang ku rasakan dan derita tadi pagi…..
Ujian kah …?
Cobaan kah ….?
Atau hukuman …?

Catatan Kedua :
Tiga nasehat dari Rasulullah :
Pertama, sungguh merugi umat manusia yang mendapati kedua orang tuanya dalam keaadaan sehat, namun tidak berhikmat dengan baik, sehingga tidak bisa menyebabkannya masuk syurga.
Kedua, Sungguh merugi, orang-orang yang mendapati bulan ramadhan dan tidak menjadikannya ramadhan yang mengantarkannya ke dalam syurga…
Ketiga, Sungguh merugi, orang-orang yang mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebut lalu tidak mau bersalawat,…. (karena dalam Al qur’an dijelaskan bahwa “allah dan malaikat pun bersalawat terhadap nabi Muhammad SAW)…


Hari Ke sembilan
(02 Oktober 2006)


Catatan Pertama :
Siang banget tadi bangun tidurnya… setelah sahur dan subuh, Aku tidur lagi.. (bukan hal aneh sebetulnya…  ) Banyak banget aku kehilangan hal hari ini. Kehilangan waktu, kehilangan kesempatan untuk sehat, kehilangan kesempatan untuk berkunjung kerumah sodara yang sakit….
I lost everything that I planned for today…..

Catatan kedua :
Sebetulnya tema cerawah seorang usrtaz malam ini bagus, ia bicara ttg puasa sebagai sarana untuk memperbaiki iman dan sekaligus untuk meningkatkan iman..
Yang jadi bikin sedih adalah,… minimnya informasi si ustaz ttg hal-hal yang logis. Masa’ hari gini masih bahas ttg Neil Amstrong masuk islam gara-gara dengar adzan di bulan ? emang ada bukti ttg hal itu….
Sebetulnya bukan itu yang menarik untuk dipikirkan… melainkan apakah…… emang beneran Neil Amstrong nginjekin kaki di bulan…? Kalau emang orang amerika itu nginjekin kaki di bulan.. kog gak ada berita lagi kalau ada orang amerika nginjekin kaki di bulan masa-masa sekarang ?.. kalau tahun itu aja udah bisa nginjekin kaki, harusnya dengan kesombongan tehnologi yang mereka miliki saat ini, seharusnya mereka sudah buat lapangan basket dibulan…iya kan… ?
Jangan-jangan teori konspirasi ttg amerika tidak mau kalah langkah dengan uni sovyet terkait ilmu pengetahuan waktu itu lah yang menyebabkan banyaknya kebohongan ttg pendaratan pesawat di bulan.
Amerika emang jagonya bikin hal-hal gitu jadi terkesan real…..
Ya…sampai-sampai para ulama “bodoh” sekalipun membahas ttg Amstrong masuk islam… jika keberadaannya di bulan saja dipertanyakan.. bagaimana mungkin ia mendengar adzan disana…wong neil amstrongnya Cuma berfoto doang di studio yang mirip bulan…hehehehe….


Hari Ke sepuluh
(03 Oktober 2006)


Catatan Pertama :
Apa akibatnya jika melanggar janji dalam hati ?
Melanggar niat yang sudah diingat ?
Niat untuk berkunjung ke tempat sodara yang sakit ?
Niat untuk mengerjakan tulisan ?
Niat untuk mengajak jalan sodara dari kampung ?
Niat untuk melakukan hal-hal positif hari ini ?
Sayangnya……. Baru sebatas niat..
Aku jadi malu dan bertanya-tanya… apa akibatnya jika melanggar janji untuk menjalankan niat-niat tersebut… ?

Catatan kedua…
Kali ini aku sholatteraweh berjamaah di rumah.
Abang pulang agak terlambat hari ini…
Tapi Alhamdulillah, masih bisa menjalani ibadah teraweh berjamaah…
Jadi inget surah ar-rahman…. “Maka…(nikmat) Rabb-mu (manusia dan jin) yang manakah yang hendak kalian dustakan ?”

.

No comments:

Post a Comment