Thursday, March 19, 2015

(Traveling Mom) Ke Bandung Dalam Waktu 24 Jam - Bagian II

Cerita ini adalah bagian ke 2 dari kisah ke Bandung Dalam Waktu 24 jam, yang sebelumnya aku upload beberapa hari lalu.

Sekarang, aku lanjutkan ceritanya ya...


Pagi Hari, 07 Januari 2015

Berbeda dengan kebiasaan sebelumnya, kali ini aku bangunkan anak-anak lebih pagi. Hahaha.. Bukan apa-apa, selama ini jika nginep di hotel bagus itu biasanya ngikut fasilitas kantor Ayah anak-anak. Jadi kesan gratisan yang lengket di kepala, bikin males banget bangun pagi. Sering banget, aku dan anak-anak memilih sarapan sendiri di kamar, biasanya bawa roti atau mie gelas.... qiqiqiqi. Meskipun hotel berbintang sekalipun, kecuali kalau agak lama. Kalau hanya sehari, aku biasanya milih sarapan di kamar aja. Sementara anak-anak akan kubiarkan tidur sampe jam 9 pagi...

Nah, berhubung kali ini hotelnya bayar sendiri, duuuh rugi donk kalau aku dan anak-anak gak nyobain sarapan? hehehe

Meskipun harapanku tak terlalu tinggi dengan menu sarapannya, tapi ternyata, Allah baik hati memberikan kenyataan yang menyenangkan.
Menu Aam pagi ini Susu di kamar, dan lanjut buah. 

Sementara kak Billa memilih roti panggang dengan selai coklat dan kacang.
Bukan apa-apa, selama ini, aku kalau nginep di hotel berbintang dengan menu Eropa atau Asia lainnya (bukan Indonesia pokoke) suka ilang selera.  *Dasar emang lidahnya susah sih ya?

Nah, di hotel Sensa ini, pilihannya relatif banyak, dan yang aku demen, pilihan menu makanan tradisional termasuk jajanan pasarnya ada! Yeeey...! Aku paling demen kalau ada jajanan pasar... Terus anak-anak juga ada banyak pilihan, mulai dari buah, nasi goreng, roti, bubur ayam, lontong...ah sedap banget... mana rasanya juga pas di lidahku... Untuk sarapan, aku kasih jempol 4 deh... mirip dengan sarapan di hotel satu lagi... duh apa ya... yang pernah si Ayah anak-anak training dulu itu.. *entar ditanyain lagi deh ama Ayah anak-anak.. :)



Ini salah satu sisi ruang sarapannya, bersebelahan dengan kolam renang.

Setelah selesai makan pagi, maka anak-anakpun bersegera ganti baju untuk berenang. Tapi aku sih gak yakin dengan keinginan anak-anak ini, mengingat air kolam renang di Bandung selalu bikin menggigil. Hahaha

Lihat saja reaksi Aam setelah masuk ke kolam. Ia buru-buru keluar kolam dan bersujud tidak mau masuk ke kolam lagi...Dingin soalnya.. Kalau sudah gini, jadi kangen kolam renang yang ada air panasnya ya? :)

Aku juga sempat bawa makanan sarapan ke meja dekat berenang, jadi bisa makan tambahan lagi, sambil memperhatikan anak-anak dan suami berenang. Kak Yudi dan Rafif juga ikut datang. Rafif langsung menikmati kolam renang bersama Kak Billa. 

Ini bukan sujud sholat ya... Ini sujud minta ampun gak mau masuk kolam lagi. Dingiiin : ) 
Kolam renangnya sendiri terdiri dari dua kolam. Kolam anak-anak, itu seukuran perut Kak Billa. dan kolam dewasa, seukuran 1 meteran. '
Kak Billa di kolam renang anak-anak
Ayah anak-anak, selaku mantan pelaut, gak bisa lihat airlah... Pasti berenang juga. Aku sih pengen, tapi males ganti baju...hehehe.. Jadilah ngobrol sama Kak Yudi ngalor ngidul...:D 

ayahnya naak-anak beraksi 
Oh iya, yang keren dari kolam renang dewasanya adalah, lokasinya bisa memandang kota Bandung. Kebayang gak kalau malam hari, dengan lampu dari arah kota? Atau pagi hari, dengan cuaca cerah, melihat kota dan gunung? Cakep banget kan? 

Pemandangan kota Bandung dari kolam renang.
Sungguh cakep! NIlai plus deh buat hotelnya 
Ini tampak dari sisi lain. kolam dan ruang sarapan
Untuk itu, aku juga kasih jempol deh untuk pilihan lokasi kolam renang yang bersebelahan sama ruang sarapan dan pemandangan kota Bandung. cakep abis! 

Kakak kecapekan main air, aam kecapekan lari-lari di sepanjang teras kolam renang. 
Sekitar 1,5 jam main air dan berenang, kamipun bersiap-siap untuk kegiatan berikutnya. Oh iya, aku semalam sudah ngepacking semua barang yang mau dibawa kembali pulang. Jadi setelah berenang ini, kami langsung beres-beres. Kunjungan berikutnya adalah kebun binatang Bandung yang lokasinya tak sampai 10 menit dari hotel. Ini adalah salah satu sebab lain aku memilih hotel Sensa, karena targetku memang kebun binatang. Sensasi kebun binatang selalu berpengaruh bagus untuk anak-anak. 

Oh iya, beberapa catatan terkait Hotel Sensa dari sisi kritik membangun  serta yang perlu diwaspadai menurutku, antara lain :

1. Kamar mandinya gak pake kunci booo.. Jika bareng keluarga inti kayak kami sih tak masalah. Tapi kalau bareng adek ipar, bareng teman, bareng mertua, waaaah nggak banget... Gimana rasanya kalau lagi pup atau mandi, tau-tau nongol wajah lain di depan pintu...waaaah...:D

2. Bentuk pintu yang model sliding begitu, membuat Aam senang memainkannya. Dan ia mengalami kejepit jari satu kali...hihihi.. Jadi untuk para ibu-ibu yang bawa balita atau batita super aktif kayak Aam, ya kudu lebih hati-hati ya... 

3. Kami meminta sejadah ke housekeeping, tapi ternyata lama sekali datangnya. Berkali-kali kami menelpon ke Bell boy dan front desk, gak datang-datang juga sejadahnya. Akhirnya baru datang, setelah beberapa jam. Apa nyari dulu tuh sejadah ya? :) 

4. Posisi mejanya yang unik, membuat Aam yang super aktif mondar mandir dan menjadikannya permainan sliding sendiri. Ini jadi salah satu informasi untuk para ibu yang memiliki anak tak bisa diam. Harus selalu waspada dengan kondisi mejanya yang unik tersebut. 


Menjelang Siang hari, 07 Januari 2015

Alhamdulillah, siang ini, Kak Yudi dan Rafif juga masih bersedia jadi teman, guide serta supir pribadi...ehem-ehem... bu hajjah...:D untuk mengantar kami sekeluarga ke kebun binatang.

Harga tiketnya murah meriah, hanya Rp. 20 ribu per orang, dan Kalau tidak salah Aam gratis deh. Jadi kita hanya bayar untuk 5 orang saja.
tiket masuk kebun binatang Bandung 

Aam seperti biasa, memasuki wilayah baru, adalah upaya meningkatkan kewaspadaan baginya. Hehehe.. Ia kemudian memegang tanganku sepanjang masuk ke kawasan kebun binatang. Meskipun tidak terlalu rapi, tapi kebun binatang Bandung, relatif bersih. Pilihan bermain dan melihat binatang juga lumayan. Aku bandingkan dengan beberapa kota lain, seperti Palembang misalnya, kalau tidak salah, baru-baru saja punya kebun binatang mini di kawasan Punti Kayu :D

Narsis dulu sebelum jalan-jalan dalam kebun. 
Bagiku, kebun binatang memiliki makna ganda... Di satu sisi, aku terkadang miris menyaksikan kehidupan mereka di balik kandang... Sungguh kalau dipikir-pikir, mana ada sih yang mau dikerangkeng dan ditontonin orang-orang? Tapi di sisi lain, melihat mereka lebih dekat, memberi pengetahuan baru bagi anak-anak, termasuk kita orang tua juga. Entahlah... selalu saja rasa yang muncul itu gonta-ganti gitu. Terkadang sedih lihat kondisinya, meskipun aku yakin para penjaga kebun dan pengurus binatang itu maksimal kerjanya. Tapi di sisi lain, ini kesempatan untuk mengenalkan anak-anak jenis binatang yang biasa mereka lihat di buku atau di internet.

Kak Billa sendiri girang bukan kepalang, ketika berhasil memberi makan burung langsung dari tangannya. Mengalahkan rasa takut dan ragu, serta senang berhasil memberi makan hewan, adalah sensasi sehat bagi anak-anak.

Sessi yang selalu dikenang Kak Billa.
Berani memberi makan burung kakak tua
Peace Man! :) 
Kak Billa memang penyayang binatang, berapa kali ia menginginkan punya hewan peliharaan di rumah. Tapi aku gak suka. Tanggung jawabnya besar. Saat ini saja, ada dua ekor ikan hias di rumah, yang kasih makan juga aku dan ayahnya, toh si Kakak hanya lirik-lirik aja. :)

Aam sendiri terlihat tertarik, tapi menahan antusiasnya. Genggaman tangannya padaku atau ayahnya selalu menguat, setiap kali kami mendatangi sebuah kandang hewan tertentu. Melihat buaya di balik kaca, ular, harimau dan lainnya.

Melihat buaya "darat" hehehe 
Aam malah tertarik dan minta dibeliin pistol gelembung udara dengan tema Angry Bird. hahaha, oke deh kiddo! Kalau urusan Angry Bird, susah dilawan deeeh... Meskipun itu sejenis binatang, tapi Angry Bird yang ini kan mainan? ugh,... daripada tantrum, terpaksalah dibeli mainan seharga 50 ribu itu. Untungnya bermanfaat juga buat Aam. Karena ketika Ayah, Kak Billa dan Rafif naik unta, Aam tidak terlalu tantrum atau ingin menjauh, karena ia sibuk bermain gelembung udara bersama Kak Yudi...:)



Kak Yudi dan Aam Main gelembung udara
Nah, wahana naik unta ini ada di dalam kebun binatang. Kita harus beli tiket lagi, 15 ribu rupiah satu orang. Antri beberapa saat, kemudian mereka pun naik. Sebetulnya aku kaget juga, karena Kak Billa yang minta naik unta. Selama ini ia takut terhadap ketinggian, ternyata ia mau juga.
tiket wahana naik unta 

LIhat ekspresi khawatir kak Billa dan mulutnya yg sedang ngomel
Sementara ayahnya tersenyum lebar dan Rafif tertawa girang.. 

Meskipun kata ayahnya, si Kakak sepanjang naik unta ngomel melulu dan istigfar terus, karena terkaget-kaget sama gerakan tubuh unta. Aku geli sendiri membayangkan mulut cerewet si kakak ngomelin si unta...hihihi.. Dan ternyata ia pun tak ingin naik lagi. Selesai satu putaran naik unta, ia bergegas ingin segera turun.

Kak Billa terlihat tegang... hehehe
Oh iya... selesai naik unta itu, pengunjung yang beli tiket naik unta, dapat hadiah 3 cup kecil es krim. Wiiih, mantaplah ya.... hahaha. Kak Billa langsung hilang rasa betenya, dan menghabiskan 2 cup kecil es krim, membagi Aam sedikit. dan Ayahnya manyun gak dapat bagian...hehehe

Alhamdulillah, kegiatan ke kebun binatangnya berlangsung seru. Aam terlihat paling antusias ketika melihat binatang kesukaannya. Yakni Elephant alias Gajah!

Aam dan binatang kesukaannya... 
Dia terlihat tertawa dan tak tegang lagi. Lucunya, ini adalah hewan terakhir yang kami lihat. Karena setelah melihat gajah, kamipun kembali ke hotel untuk cek out. Udara juga sudah terasa menghangat.

Setelah cek out hotel, kami pun bersiap cari makan siang. Aku menyarankan rumah makan di depan stasiun Bandung. Supaya tidak khawatir kena  macet. Akhirnya pilihanpun ke rumah makan padang sederhana. Sayangnya, rumah makan itu harganya tidak sederhana karena tidak sebanding sama rasanya. Hiks... Baru kali ini aku makan tanpa ekspresi nikmat..hahaha.. Alias makan untuk kenyang aja. Aku sampe malas mengingat jenis makanan yang kumakan siang itu. Prinsipku, yang penting si kakak dan aam sudah makan dan perut kenyang. Jadi tidak khawatir masuk angin.

Makan yang penting kenyang.. Susah emang kalau lidah sumatera...
harus bertemu dengan selera sunda...hehehe
Selesai makan, kami sempatkan sholat zuhur dan jamak ashar di mushola rumah makan tersebut. Oh iya, barang-barang kami ada di bagasi mobil kak Yudi yang sudah parkir dengan manis di halaman stasiun kereta. Jadi rumah makan tersebut memang bisa dicapai dengan jalan kaki. Hanya beberapa puluh meter dari lokasi parkir.

Kami juga sempatkan mampir ke toko oleh-oleh di sebelah rumah makan. Membeli sedikit makanan khas Bandung untuk adik-adik yang tinggalnya satu kompleks dengan perumahan kami.

Tak lama, kami pun say good bye to Kak Yudi dan Rafif. Terima kasih yang sangat banyak untuk hospitalitynya ya Kak... semoga Allah menggantikan kebaikan Kakak dengan banyak pahala. Amin.




Siang Menjelang Sore, 07 Januari 2015

Sekitar  pukul 15.30 sore, kami pun masuk ke dalam kereta. Sebelumnya sempat mampir ke mini market. Kak Billa yang sudah beli sebuah buku untuk dipakainya menggambar, di Saung Udjo kemaren. Nah ia butuh sebuah spidol untuk menulis atau menggambar.

Kondisi Kereta... Sepi... 
Kak Billa, buku dan alat gambar..:) Selalu Dimanapun dan Kapanpun 
Begitu masuk ke dalam kereta, dan ternyata kondisinya juga mirip dengan keberangkatan kami kemarin, Kak Billa segera mengeluarkan buku dan menggambar. Yup! Kak Billa langsung menggambar kereta api dan juga kebun binatang. I love when she did that..:)

Tak lama setelah menggambar, ia pun menyaksikan dan menikmati perjalanan serta pemandangan alam dari jendela kereta. Antusias bibirnya masih terus berceloteh. Mungkin 24 jam itu cukup seru baginya, sehingga mulutnya terus berkicau membahas banyak hal.

Kak Billa selesai menggambar, menikmati pemandangan.
Ini ia menyaksikan kepala kereta (lokomotif) berada di sisi lain dari arah jembatan

Tak lama kemudian, keduanya mulai tenang. Ini bertanda mereka akan merasa ngantuk. Setelah makan roti dan minum susu. Juga makan cemilan yang diberi oleh Kak Yudi, *ibu satu ini super banget... sudahlah jadi guide dan supir pribadi kita, eeeeh, sempat-sempatnya tadi malam bikin kue bolu untuk tambahan bekal kami di jalan. Sungguh luar biasa... Mana masakannya selalu enak lagi..:)

Sekali lagi makasih ya kak... sayang aku lupa motoin kue bolunya nih..:(

Selama perjalanan kali ini, aku tidak tidur. Ayah anak-anak malah memilih tidur. Ia akan bekerja kembali hari Rabu besok. :) Jadi harus menyiapkan mental lagi menghadapi hiruk pikuk kemacetan dan segala macam tanggung jawab kerjaannya. Aku memilih bermain games dan juga membaca. Sayang aku tak terlalu bisa membaca dan lihat gadget dalam kondisi kendaraan bergerak. Akhirnya aku memilih untuk memperhatikan pemandangan di luar yang sudah gelap.

Alhamdulilah, sekitar pukul 19.30 malam, kereta kami pun tiba di stasiun Gambir. Kami kemudian menyiasati kondisi. Karena kak Billa dan Aam tertidur lelap. Aku memilih menggendong Aam, mengenakan tas punggungku dan memegang sejumlah makanan oleh-oleh. Ayah Billa menggendong Kak Billa dan memakai tas punggungnya, dan 2 koper (ukuran sedang dan kecil) yang bisa ditarik bersamaan.

Tak lama kami sudah berada di dalam taksi menuju Pamulang. Kondisi lalu lintas cukup padat. Akhirnya pukul 21.30 kami tiba di rumah. Aku pribadi luar biasa capek rasanya, Tapi sepadan dengan pengalaman seru untuk Kak Billa dan Aam.

Apalagi keesokan harinya, Aku mendapati Aam melakukan sesuatu pada puzzle koleksinya.

Dan inilah cara Aam "menceritakan" pengalamannya kemarin. 
Subhanallah, ia merekam pristiwa kemarin. Ia membuat puzzelnya yang berbentuk kereta api, mengeluarkan asap berupa huruf-huruf kesukaannya... sementara gerbongnya ia buat dari puzzle mobil yang dilepas. Duh, yang begini ini  yang tak akan terulang dan mahal rasanya untuk dikenang.

Terima kasih ya Allah.. atas kesempatan dan rejeki dariMu...


***

Pengeluaran di hari ke 2 adalah

Tiket Masuk Kebun Binatang Bandung untuk 3 dewasa dan 2 anak plus 1 batita Rp 100.000
Wahana Naik Unta untuk 3 orang Rp. 45.000
Makan Siang di RM Padang Rp. 280.000
Oleh-oleh Rp. 200.000
Mainan Angry Bird Aam (ditinggal di mobil Kak Yudi) dan spidol Kak Billa Rp. 60.000
Tiket pulang 4 x Rp. 110. 000 (Total Rp. 440.000).
Taksi sampe rumah Rp. 180.000

Total pengeluaran di hari 2 (untuk akomodasi, entertainment, transportasi dan konsumsi) adalah
Rp. 1. 305.000

Jadi, kalau kutotal, pengeluaran Ayah anak-anak selama 24 jam di Bandung adalah
Rp. 2.350.000 + Rp. 1. 305.000 = Rp. 3.655.000.

Hehehe, meleset lebih 1,6  juta dari perkiraanku. Tapi kulihat Ayahnya enjoy juga. Dan pengalaman buat Kak Billa dan Aam ini in sha Allah akan menjadi kenangan tersendiri buat Kak Billa. Apalagi besoknya sekolah, tema pelajarannya adalah pengalamanku dan liburan. Waaah cocok banget kan, Kak?

Sekarang, aku terpikir untuk mulai mengajukan proposal liburan naik kereta ke Jawa Tengah nih... :)

Semoga bisa....




Catatan :

Postingan ini, terutama terkait KA, Hotel dan Tempat Makan, MURNI kutulis atas kemauanku sendiri. Tidak atas permintaan dari pihak manapun. 




8 comments:

  1. Itu lucu banget Mak pakai acara sujud gak mau masuk ke kolam renang lagi.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak armita, walhasil 10 menit doank si aam berenangnya :d hehehe

      Delete
  2. Yeeeeeeey, aku belum pernah ke Bandung T__T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal dimana mbak mimi? :)

      Delete
  3. Ayo ke Semarang Uni, ntar kita jadi guide tour deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, Doain ya mbak hidayah... mudah2an liburan panjang ayahnya anak2 mau ambil cuti :) heheheh

      Delete
  4. Aaaaaam.., kirain kenapa kok itu pake acara sujud sukur segala :D :D
    Jadi ilang nih ngantuknya ngeliat foto Aam :D

    ReplyDelete
  5. @Dee.. uni antara kasihan sama geli juga lihatnya.. dia suka air..tapi kalau terlalu dingin dia gak suka..hehehe

    ReplyDelete