Sunday, January 01, 2017

(Traveling Mom) Liburan Ke Novotel Bogor dan Sentul Paradise Park


*** 
Tulisan ini dibuat atas keinginanku sendiri. Tidak ada kerjasama dengan pihak hotel maupun aplikasi dan tempat liburan yang kupilih. 
***



Well...

Kali ini, liburan dengan biaya sendiri. Hehehe


Yup...sering sekali, aku dan anak-anak liburannya hanya "ngintilin" suami ke mana-mana. Dan sejak anak-anak mulai sekolah, maka jarang atau tidak semudah waktu mereka masih belum sekolah. Kami menyesuaikan diri dengan jadwal sekolah mereka. Pada akhirnya, si Ayah dipaksa untuk ambil cuti. 

Seperti kali ini.

Putra bungsuku selalu minta nginep di hotel. Hotel mana saja. Mungkin karena dia tahu, kalau di hotel, dia bisa bermain sepuasnya. Usia 4.5 tahun dengan konsep bermain di kepala, maka  hotel adalah salah satu tempat liburan yang menyenangkan buatnya. 

Maka, saat anak-anak mulai libur, dan ayahnya ada kesempatan ambil sedikit cuti (hanya 2 hari) mengingat akhir tahun sebetulnya banyak rekan atau kolega kantornya yang non muslim yang libur, dan ia "berdedikasi" tinggi menggantikan posisi jaga gawang kantor, maka ia hanya ambil cuti sedikit. 
*baiklah... aku bisa jadi lebay, tapi suami emang buka tipe yang nyaman ambil cuti. menurut dia cuti dan liburan itu ngabisin duit. kalau kerja kan ngasilin duit. hemmmm



Dengan berbekal handphone, begitu suami memberikan jadwal cutinya, maka aku langsung cek beberapa hotel yang nyaman untuk anak-anak, dan sesuai budget. Awalnya aku menggunakan beberapa aplikasi, namun kebanyakan memberitahu jika hotel yang kutag penuh. Akhirnya saat kucoba booking.com, ternyata ada kamar untuk hotel yang kupilih.

Pilihan jatuh pada Novotel. Karena aku pernah beberapa kali ke sini, dan dekat dari rumah, sekitar 2,5 jam dari Pamulang  jika lancar, juga terhindar dari kemacetan jika berangkat hari Kamis. 


Beberapa pertimbangan ini kujadikan patokan, karena menghindari liburan dengan kemacetan. Mending di rumah ketimbang "menikmati" macet. 

Maka setelah mendapatkan kamar dan bayar melalui kartu kredit (oh iya yang kubook itu adalah kamar yang tidak bisa dikembalikan uangnya. Jadi gak ada alasan untuk membatalkan liburan kali ini. hehehe). Maka aku menyiapkan 4 koper kecil serta 1 tas makanan. Alhamdulillah siap sudah. 

Hari pertama, Cek In.


Billa happy banget saat melihat hotelnya 

Perjalanan di mulai sekitar jam 11 siang. Kami makan dulu di rumah, agar sesampai di hotel tidak kelaparan, karena niatnya hari pertama ini adalah eksplore lingkungan hotel. 

Alhamdulillah, perjalanan lancar. Sempat berhenti satu kali di SPBU, untuk isi bensin, sholat, dan beliin Aam makan siang. Karena di rumah tadi dia gak mau. 

Sepanjang perjalanan kami banyak ngobrol dan geli dengan rengekan Aam yang ingin nginep di hotel. Sementara Billa setiap setengah jam bertanya, "kita sudah sampe belum?"

Kami berangkat dari Pamulang ke arah Parung Bogor, kemudian masuk ke tol di area Sentul Selatan, baru kemudian keluar tol Bogor, belok kiri dan menelusuri jalan ke arah Novotel Bogor, sekitar 4 km dari keluar tol. Ternyata ada bagian jalan yang sedang dicor. Namun tidak terlalu macet, meskipun program buka tutup jalan. Karena diatur sedemikian rupa oleh pihak security. 


Tepat jam 14.15 siang, aku cek in. 


Kupon sarapan dan kunci kamar

Senang banget urusan cek in nya tidak ada masalah dan berjalan cepat. Ada welcoming drink berupa es teh manis di gelas kecil dan sepertinya ada campuran buah atau sesuatu yang beda aja. Namun segar. 


perjalanan ke kamar, melewati spa tradisional 

Anak-anak antusias banget saat masuk ke kamar hotel. Terutama saat melihat ada bath up besar di teras kamar.


Fasilitas kamar difoto dari arah kamar mandi 

Keadaan teras kamar. Ada bath up yang menjadi hiburan banget buat anak-anak 

 Wow... ini sesuatu yang baru buat mereka. Sebetulnya ini adalah caraku untuk mengalihkan mereka dari kegiatan berenang. Karena Billa masih merah matanya, akibat alergi kaporit, saat berenang di hotel Mercure beberapa waktu lalu, dan Aam dalam masa penyembuhan dari Flu, sehingga kalau berenang di fasilitas hotel, akan memperburuk kesehatanya. Sementara jika di bath up ini, selain bebas kaporit, juga airnya hangat. Toh selama ini mereka di kolam renang lebih banyak main air, ketimbang berenang. :) 


Tempat tidurnya nyaman
Aku selalu senang mengambil gambar kondisi kamar saat pertama kali masuk. Selama ini aku sudah beberapa kali menginap di sini. Hanya saja, dulu gak punya hape yang mumpuni untuk moto, serta karena ikut kegiatan suami, jadi gak pernah ngeh detailnya. Biasalah manusia ya...kalau hal-hal gratis, suka melewatkan hal detail. Ketika bayar sendiri, baru deh memperhatikan fasilitas apa saja yang kuterima dari uang yang kubayarkan atas jasa dan fasilitas hotel tersebut. :) 


Kompliment dari pihak hotel di hari pertama 

Setelah meletakkan koper, dan observasi kamar sebentar. Aku mengajak suami dan anak-anak untuk mengeksplorasi lingkungan hotel. Sesaat mengingatkan aku pada hotel Borobudur Jakarta dan hotel Arya Duta Sumarecon Serpong, yang memiliki halaman belakang hotel yang luar biasa luas dan penuh pohon. I love the view... 


Menuju kawasan kolam renang 
Ini kolam renangnya


Sisi lain dari kolam renangnya 

Anak-anak juga senang mencoba Children Play ground dan Kids clubnya. 
Peraturan selama menggunakan Playgroun 
Seru!
Web boy
climbing girl 
Kids Club
Ayah dan anak bisa jalan-jalan sesorean 
Kotak sampahnya keren yaaa 
Jelang pukul 5 sore, kami kembali ke kamar. Sholat, istirahat dan anak-anak langsung mandi di bath upnya. Hehehe..

Malamnya kami hanya pergi ke rumah makan terdekat dari hotel, sekitar 6 km keluar kawasan. Di Rumah Makan Simpang Raya Bogor tersebut, Aku sempat berjumpa dengan salah seorang senior di FH Unsri, sekaligus teman seangkatan di Pasca Unsri. Kak Heru, yang sempat bikin surprise, karena mentraktir aku dan keluarga tanpa bilang-bilang. 

Setelah say hai dan ngobrol 3 menit, kami kembali sibuk makan di meja masing-masing. Kak Heru, lalu pulang dengan Pamannya. Saat giliran kami pulang, pihak kasir bilang, kalau makanan kami sudah dibayarkan oleh seseorang dan sisa uang diberikan kepadaku. Alhamdulilllah... :)

Meski ngerasa gak enak, karena aku tak memiliki nomor teleponnya untuk mengucapkan terima kasih, segera kudoakan, semoga teman kuliah tersebut diberkahi banyak rejeki karena sudah sedekah kepada kami. 


Selesai makan, kami bersiap-siap pulang ke hotel dan istirahat. Kusempatkan upload status di FB mencari info nomor telpon kak Heru. Dan bersyukur sekali, salah seorang kontakku, Kak Amir Hakim, kakak tingkat di FH Unsri juga, memberikan nomor kontak Kak Heru. Sehingga aku berkesempatan mengucapkan terima kasih via sms. :) 


Hari Kedua, Mal lagi Mal lagi. 

Kali ini, seperti halnya kalau bayar liburan dan hotel sendiri, aku cukup gigih membangunkan anak-anak dari tidurnya lebih pagi dari biasanya. Rugi kalau sarapannya dilewatkan. Bayar soalnya! 😃 Setelah mereka cuci muka dan sikat gigi, kami pun bersegera ke ruang makan. 


Sarapan pagi

Sarapannya lumayan banyak variasi. Meski, Aam tidak tertarik sama sekali untuk sarapan, namun aku, suami dan putriku cukup enjoy dengan menu yang diberikan. Tak semuanya cocok di lidah, tapi sangat mengenyangkan. 


Kondisi lemari setelah kuletakkan pakaian di sana
Hari ke dua di hotel kali ini, aku tak punya rencana khusus. Awalnya sih mau  ngajak keluarga ke Ah Fung Market. Tapi Ayahnya anak-anak tidak tertarik, mengingat Billa tak enjoy naik perahu dan Aam juga susah diatur, khawatir dia gak enjoy di kawasan pasar terapung seperti itu. Belum lagi, kebetulan kami bukan tipe keluarga pencinta kuliner. Jadi makanan bukan menjadi obyek pencarian saat liburan buat kami. 

Kegiatan berenang di hotelpun kuulur-ulur. Dan mengarahkan anak-anak untuk bermain air hangat di bath up saja. Karena aku masih khawatir dengan efek samping alergi kaporit pada mata Billa. 


Bersiap menuju Mal :)


Mom and daughter..:) 

Akhirnya, setelah bermalas-malasan di kamar hotel hingga jelang makan siang, dan ayah anak-anak selesai sholat Jumatan di Mesjid Komplek perumahan dekat hotel, kamipun bersiap-siap untuk jalan ke Mal terdekat. Yakni Botani Square Mal.


Gaya Aam 

Yah begitulah, akhirnya Mal lagi Mal lagi. 

Kami memilih makan di foodcourtnya, lalu iseng melihat-lihat harga laptop untuk dibandingkan di Poin Square Lebak Bulus, serta membeli mainan lego-legoan, untuk anak-anak mainkan di hotel nanti. 


Aku sempat mampir di Gramedia Botani Square dan mencapture kumcer Kiddo yang ada 1 tulisanku

Selesai sholat magrib, kami pun bersegera pulang ke hotel. Makan malam, kami beli nasi bungkus aja, dan makan di hotel. Hihihi.. kenyang dan hemat. :) 

Malam harinya, aku menyibukkan diri mencari obyek wisata terdekat dari hotel. Paling tidak, kali ini, anak-anak harus merasakan piknik ke satu kawasan wisata yang tak jauh dari hotel. Maka pilihan jatuh ke Sentul Paradise Park. Lokasi yang katanya hanya 45 menit dari hotel, cukup menarik kalau dari foto-foto yang ada di Google, serta menarik karena ada air terjunnya. 

Kupersiapkan beberapa kebutuhan untuk besok. Dan aku tidak memasukkan jaket dalam urusan ini, karena yakin semuanya akan baik-baik saja tanpa jaket. :) 

Hari Ketiga, Menuju Air Terjun Bidadari.


Surprise jumpa Sari 

Selesai sarapan, aku sempat bertemu teman di ruang sarapan. Padahal malamnya aku sempat me WA teman ini dan mengucapkan selamat atas kehamilannya. Ternyata Sari, yang saat ini aktif sebagai ketua bakos TK Alzind tempat Billa sekolah dulu juga sedang liburan di sana bersama keluarga. Rejeki jumpa di tempat yang tak terduga. Selama ini janjian ketemu batal melulu soalnya. Hehehe

Billa sarapan dengan lancar. Aam hanya makan sedikit dan mereka berdua lalu asyik terlibat di kegiatan anak-anak di salah satu saung di tengah kawasan ruang makan. Mewarnai bersama badut Hypo. Sayangnya hanya sebentar anak-anak main sama Hypo. Ini karena sarapannya agak kesiangan nih. Jam 9an baru sarapan. Tapi mereka senang dengan kegiatan mewarnai dan menonton film anak-anak. 

Jam 10an, kamipun mulai siap-siap mencoba perjalanan menuju Sentul Paradise Park. Mengandalkan Google Maps, kami menelusuri perjalanan dengan hati agak deg-degan. Soalnya belum pernah ke kawasan ini. Kami juga blank dengan kondisi perjalanan. 

Sempat berhenti di salah satu kawasan untuk sholat zuhur di sebuah mesjid, yang sepertinya memang dijadikan tempat istirahat banyak turis lokal. Lalu setengah jam kemudian kamipun melanjutkan perjalanan. 


Pintu masuk lokasi 
Duh, ternyata jalan ke arah lokasi wisata meskipun dicor, tapi asal-asalan, dan relatif terjal diselingi curam. Memang bukan jalan tanah, sehingga tidak licik atau becek, namun sangat curam turunannya serta terjal mendaki. Suami sempat meragukan perjalanan ke arah kawasan wisata tersebut. 


Jalannya yang menurun 
tiket masuk

Namun, alhamdulillah, sejam dari sejak keberangkatan, kamipun sampai di lokasi air terjun. Dan alhamdulillah cukup sepadan dengan deg-dengan kami selama perjalanan. Bisa jadi karena kami tak tahu medan lokasi, serta juga bukan tipe traveler sejati, karena mengkhawatirkan kemungkinan masalah di perjalanan. 



Air terjun dari kejauhan 


Ada tempat jual souvenir dan relatif murah


pintu masuk pengecekan tiket

Kawasan air terjun ini relatif menyenangkan buat anak-anak. Ada kolam air untuk bermain dan berenang juga. Banyak keluarga yang berpiknik. Aku dan keluarga lalu  memilih salah satu pojokan sekaligus menyewa karpet untuk duduk di sana. Menyaksikan air terjun, air kolam dan kawanan monyet di seberang sungai kecil. Anak-anak terlihat antusias terhadap air kolam dan air terjun.


family time

Setelah makan siang seadanya, dan berdoa semoga anak-anak gak masuk angin, merekapun bermain air bersama ayah mereka. Aku kebagian moto-moto dan menikmati lingkungan sekitar. Anginnya lumayan kencang. Dan aku sepertinya tidak terlalu menganggap masalah angin gunung tersebut. 


Menjelang mencari karpet


Aam happy banget
anak-anak bermain air bersama ayah


berpelukaaaan 

Pemandangannya asyik banget

Tak lama, sekitar pukul 15.00 sore, aku ajak anak-anak untuk keluar dari kolam. Mengingat kondisi perjalanan yang relatif terjal, aku menghindari perjalanan malam ke hotel. Khawatir ada masalah aja. Setelah sholat ashar di sebuah mushola kecil di lembah belakang kawasan air kolam dan air terjun, kami pun bersiap pulang. 



Billa sempat menulis dan menggambar situasi yang ada di buku kecilnya
Jalan menanjak menuju parkiran 

Ada satu kejadian yang cukup mengagetkan kami. Yakni, saat mobil kami distop oleh segerombolan orang-orang dan ternyata mereka meminta tolong agar kami mengantarkan seorang abegeh perempuan yang kecelakaan. Wajahnya luka-luka dan berdarah. Aku sempat kaget juga. Dan sedikit khawatir dengan kondisi tersebut, akan mempengaruhi mental anak-anak.

Namun, kami tetap menolong keluarga yang datang dari Depok dengan motor ke kawasan tersebut. Ibu dari abegeh yang terluka tersebut ikut dalam mobil kami. Aam aku pangku di depan, dan ia tak lama tertidur. Sementara Billa kulirik hanya memilih diam dan tak berani melihat luka yang ada di sekujur tubuh abegeh perempuan tersebut. 

Sempat kutanyakan kejadiannya. Ternyata mereka sekeluarga baru saja sampai ke kawasan tersebut. Berhubung motori si Ibu bukan matic, ia tak mampu membawanya ke arah turunan curam menuju kawasan air terjun. Ia menghentikan motornya, lalu meminta suaminya yang gantian membawa motor tersebut. Sepertinya mereka berangkat dengan 3 motor. Sayangnya anak perempuan yang kuperkirakan berusia 14 tahun tersebut terlalu senang karena telah sampai di tempat wisata. Ia mengindahkan perintah ibunya untuk hati-hati menelusuri turunan tersebut. Ia memilih berlari kecil, dan terpeleset menggelundung hingga ke bawah. 

Duh, aku gak berani bayangkan bagaimana kondisinya saat jatuh tersebut. Aku prihatin sekali dengan keadaannya yang merintih kesakitan. 

Dengan dibimbing ojek setempat, kamipun meluncur mencari poliklinik atau bidan atau dokter terdekat. Sekitar beberapa kilometer keluar dari lokasi wisata, kami berhasil menemukan sebuah praktek bidan yang buka. Tak lama, kamipun meluncur pulang ke hotel. 

Billa terlihat diam sepanjang perjalanan. Aku hanya memberinya sedikit nasehat dari kejadian tadi. Bersyukur juga arah mencari lokasi orang kesehatan tersebut searah dengan hotel Novotel. Sehingga sebelum magrib kami sudah tiba di kamar. 

Dan, aku yang cukup letih tak menyadari jika angin gunung masuk ke tubuh yang tidak terlalu fit ini. Maka setelah sholat magrib, aku pun mengalami rasa sakit di sekujur tubuh, mual dan akhirnya muntah-muntah seperti perempuan hamil muda. 

Allah!, tak enak betul masuk angin gini. Aku jadi gak bisa ngapa-ngapain. Padahal anak-anak belum makan dan mandi. Aku bahkan belum packing untuk keperluan cek out besok hari. 

Akhirnya, suamipun mengurusi semuanya. Terutama packing koper. Sementara aku sibuk bolak balik kamar mandi karena muntah-muntah, juga sibuk nungging karena sakit perut dan susah kentut, sementara suami sibuk belanja makanan untuk anak-anak. Memesankan tom yum untukku yang hanya sanggup kumakan 6 suap lalu kembali masuk ke dalam selimut. Suhuku meningkat ke 38, namun menggigil sehingga harus menggunakan kaos kaki. 

What a day banget deh kalau udah gini. Antiklimaks dari keseruan saat foto-foto dan menikmati piknik pertama kami sekeluarga kecil ke kawasan air terjun. 


Hari ke empat, Cek Out. 

Walhasil, hingga jam 3 dini hari, aku kesulitan tidur. dan menjelang subuh aku baru berhasil menutup mata dan muntahku berhenti. Selesai sholat subuh, aku memutuskan tidak ikut sarapan. Tidur adalah sarapanku kali ini. 

Saat Billa dan ayahnya pergi sarapan. Aku menggelung tubuhku di sebelah Aam dan memilih menutup mata beristirahat total. Aku sempat dibeliin coklat milo dan roti regal semalam. Bermodal kedua makanan tersebut, aku sarapan, dan kondisiku membaik. Demam hilang, suhu normal, muntah berhenti. Namun mual, lidah gak terasa apa-apa dan keringat dingin masih menyertai diriku pagi itu. 

Sekitar jam 11.30 aku merasa bisa berjalan dengan normal dan memaksakan diri untuk terlihat baik dan sehat. Lalu aku cek out. Setengah kelinyengan aku bergegas masuk ke mobil kami, sesaat setelah urusan semuanya kelar. Alhamdulillah, karena sudah bayar dimuka, urusan cek out juga hanya 5 menit saja. 

Mobil kamipun meluncur keluar dari kawasan Novotel. Aam terlihat sedih dan mulutnya mulai berkicau lagi minta kembali ke Novotel.

"No more home!" katanya saat tahu, kami otw home. Hehehe


Kami sempat makan siang di salah satu rumah  makan Padang, di dekat kawasan hotel. Lalu menuju tol dan alhamdulillah, perjalanan kembali ke arah rumah lewat Jakarta berjalan lancar.

Aku menyaksikan kemacetan yang mengular dari Jakarta ke Bogor. Lega karena memilih jadwal liburan yang pas, sehingga terhindar dari kemacetan. Entah kenapa, aku senang sekali  memilih hari KAMIS sebagai hari untuk keluar rumah jika keluar kota. Mungkin karena tidak sengaja, tapi bisa jadi karena aku mencoba mengikuti sunnah Rasul untuk memulai perjalanan di hari Kamis. :) 

Sebelum sampai rumah, kami mampir ke beberapa tempat untuk mengurus beberapa gawean lainnya. Tubuhku masih agak lemas. 

Namun memiliki anak-anak aktif dan suami yang punya planning dalam satu hari, membuatku harus kuat. Alhamdulillah, setelah sampai rumah, aku memilih istirahat lagi. Sambil bersyukur atas rejeki dan kebaikan yang diberikan Allah kepadaku dan keluarga. 

Alhamdulillah



Kesimpulan terkait Hotel

Aku senang membuat simpulan kenyamanan hotel yang kutempati. Mungkin subyektif, tapi secara keseluruhan, aku tulis dengan jujur dan tanpa beban :) 

Kelebihan : 

1. Harga kamar sepadan dengan fasilitasnya. Paling tidak anak-anak menikmati sekali bath up yang ada di teras hotel. Juga welcoming drink and fruits nya not bad. Tempat tidurnya juga nyaman. Meskipun tidak terlalu sebanyak  hotel berbintang selevel, tapi toilet kits dan kebutuhan minum teh kopinya lumayan banget. 


Tempat teh dan perlengkapan minum dan handuk 
toilet kits

2. Fasilitas renang dan bermain anak-anak di halaman belakang hotel, luar biasa keren. Ini memang hotel yang layak rekomen untuk menghabiskan liburan bersama anak-anak. Apalagi jika anak-anak kita adalah tipe aktif. Kolam renang, Outbond dan Kids Club adalah penunjang fasilitas hotel yang bagus banget. 

3. Pilihan sarapannya banyak. Dan ada kegiatan bersama anak-anak di hari Sabtu dan Minggu bersama badut Hypo dan kakak-kakak pengasuh acara anak.

4. Fasilitas fitness dan latihan memanahnya ada dan cukup lengkap. Tapi aku dan keluarga tidak memanfaatkannya. 

5. Udaranya sejuk namun tidak membuat kedinginan. Banyak pohon dan lokasi jalan kaki yang membuat kita lupa jika kita sebetulnya tak jauh dari kota Jakarta.
halaman belakang hotel yang luar biasa sejuk


6. Petugas hotelnya relatif ramah dan mau direpotkan. 

7. Oh iya, fasilitas bath up di teras hotel, dan tetap memiliki privacy dari orang luar, sungguh pilihan yang tepat bagi anak-anak penyuka air. Berendam bersama mainan mereka, dengan air hangat dengan hujan di luar sana, sungguh pengalaman yang menyenangkan bagi mereka. 

Kekurangan: 

1. Perlu peremajaan terhadap kamar mandi. Karena 10 tahun lalu saat pertama kali aku ke sini sama suami, kondisinya juga gak beda jauh. Air untuk wc juga kecil banget. Aku  males komplain, khawatir dipindahkan ke kamar lain. Sementara aku udah meletakkan pakaian di dalam lemari, dan mainan anak-anak tersebar di lantai kamar. Boleh dibilang, pewarnaan coklat tua pada kamar, membuat tua banget kamar tersebut. :) 
Kamar mandi mengadopsi tema |Jepang. sayang sudah agak old fashion 


2. Ada kecoak dua ekor di kamar di hari ke 3. Hahaha.. kacau banget!. Anak-anak sempat teriak...dan aku mendadak jadi superMom pengusir kecoak deh beberapa menit. 

3. Lokasi kamar yang jauh dari kolam renang, memang membuatku jadi malas untuk berenang. 

4. Meski pilihan sarapan banyak, tapi tastenya biasa saja di lidahku. Tak terlalu istimewa. Tapi lumayan buat perut Indonesiaku. 
ini hanya sarapan pencitraan belaka hehehe 


5. Lokasi hotel jauh dari pusat kota Bogor. Harus keluar jauh jika mencari obat ataupun makanan. Karena memang harga makanan di hotel berbintang mah bikin kaget ya. hehehhe


so far... aku akan beri skor nilai 7.5 untuk fasilitas hotel secara keseluruhan dalam skala 1 - 10, namun kuberi skor 9 untuk fasilitas yang mendukung kegiatan anak-anak berkreativitas serta bermain. 

Berikut ini, catatan keuangan yang keluar selama liburan. Kubuat dengan maksud menjadi pembanding bagi pembaca blog ini, sekaligus buatku. Penggunaan fasilitas booking.com membuatku mendapatkan diskon 20 persen untuk kamar hotel. Di saat beberapa aplikasi lain menyatakan Novotel penuh serta mahal, ternyata lewat app booking.com aku malah dapat kamar dan diskon. Meskipun tidak bisa dikembalikan uangnya dan menggunakan CC. 

Total Rincian Biaya yang Keluar: (dikopas dari memo hapeku) 

Hari Pertama

Bbm  100 ribu
Hotel 4 hari 3 malam 4.7 jutaan
Cfc  (makan siang Aam) 65 rb
Mkn malam gratis dr kak heru. Traktir diem2 di rm simpang raya bogor

Hari Ke dua


Makan siang at Botani square 150 rb
Lego 2 120 rb
Makan malam nasbus 40 rb

Hari ke tiga

Sentul paradise park. Air terjun bidadari. Masuk 4 org 160 rb. 1 mobil 10 rb
Sewa karpet 60 rb seharian
Makan siang mie instan  dan nasi campur. 45 rb. Air minum bawa sendiri
Makan malam agak mahal, Tom Yum dan Nasi dari Hotel 120 ribu. Sop iga dan ayam goreng untuk anak-anak 120 ribu juga. Hiks. 


Hari ke empat

Makan Siang di RM Padang 80 ribu
otw home. Mampir ke Poin Square, BXC dan Gramedia World BSD

Total Biaya Liburan : 5.770.000 rupiah untuk 4 hari dan 3 malam di kawasan Bogor. 



21 comments:

  1. Duh seru banget ya liburannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya alhamdulillah... makasih ya mba rita

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. Wuiiih, asyik banget liburannya, Uni. Seru bikin mupeng, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertimbangannya memang kali ini banyak istirahat ketimbang jalannya. Krn pd baru sembuh sakit. Mdh2an suatu hari bisa liburan ke lampung. Amiiin

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  3. Biaya untuk hotel mendominasi ya, Un :D
    Btw, Un, suami Uni sama suami Yanti sama banget. Susah diajak cuti. Dedikasi sama perusahaan tinggi banget. Jatah cuti sering banget masih tersisa di akhir tahun :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih. Uni br ngeh kalo ada hotel yg mirip gini di karawaci dan more cheaper sekitar 2.7 juta dgn jumlah hari yg sama. Hiks. Kurang banyak risetnya hehehe

      Iya suami uni tiap thn selalu bersisa banyak jatahnya.

      Bahkan thn2 lalu gak diambilnya sama sekali. Dan biasanya diganti uang sama perusahaan..tp kalo dipake ya hangus aja sisanya. Hiks

      Berdedikasi tinggi yg bikin klg terpaksa nahan hati. Hahaha

      Delete
  4. Asyik banget iburannya Uni, wah suka nginep di hotelnya kayak Aiman. Dia juga seneng banget.
    Fasilitasnya komplit ya, jadi males keluar dari lingkungan hotel ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... iya...kadang emak2 macam kita ini... pengennya gak mikirin nyuci piring atau beresin rumah gitu ya ivonie..hehhe
      apalagi anak2 demen main air...cocoklah..hehehe

      Delete
  5. glek.. 4,7 juta uhuy! tiba2 yudi sekarang sepemahaman dengan bang onasis :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeeeey... gak boleh galak gitu donk om yudi... ini liburan yang hanya terjadi setahun sekali.... karena bang asis ogah kalau bayar sendiri...huhuhu

      kalian memanglah orang ACeh ya... kalah kami orang minang....wkwkwkwkwkw

      Delete
  6. Novotel Bagus tapi sayang jauh hihihihi susah kemana2.. Anak aku sama kayak anaknya Mba, doyan banget kalau nginep di hotel XD btw itu jago banget main air di curug bidadari, dulu pas kesana airnya dingiiin banget.. ngga kuat aku XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin karena pas ke sana sudah gak musim hujan banget kali ya mbak sandra.. jadi gak terlalu dingin. tapi tetep ... saya masuk angin juga hahaha

      iya.. harus punya kendaraan keluar masuk ya... itu memang kekurangannya kalau ke sana rombongan misalnya... tapi kalau keluarga dengan mobil sendiri... relatif nyaman..meski gak berani terlalu malam pulang dari mana-mana...gelap hahaha

      Delete
  7. Saya pernah menginap di hotel yang dimaksud
    Kesan saya adalah ini hotel yang banyak pohon banget. Ya satu dua fasilitas ada yang sudah perlu diperbaharui.
    Waktu itu saya dapat kamar yang ada bathtub nya di teras belakang. Hahaha sempat merasakan mandi berendam di alam terbuka. Angin semriwing sambil tolah toleh juga walaupun sudah ditutupi dengan pagar tanaman yang rapat sekali.

    Salut dengan pembiasaan ananda untuk menulis dan menggambar di alam terbuka. Terbiasa mengungkapkan ide/perasaan dalam tulisan/gambar

    Salam saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan satu lagi ...
      setuju dengan kekurangan ... jauh dari pusat keramaian
      (terutama minimarket yang A dan I ituh ...)(entah sekarang)
      (dulu sih jauh banget keluarnya)

      Delete
    2. iya om... saya gak pake bath up ya.. khawatir hahaha

      jadi anak2 yang pake..dan salah satu alasan saya pilih liburan ke sini ya karena bath up itu. mengurangi berenang. karena yang sulung matanya gampang alergi air kolam renang

      makasih atas apresiasi soal si sulung yang gemar nulis gambar.. sekarang nular ke adiknya juga Om :)

      makasih ya udah mampir....:)

      Delete
  8. Omaygat. 5jeti. Bisa liburan ke singapur hihihi..
    Tapi aku suka hotel yg ada playgroundnya, anak2 pasti nggak akan bosa nginep disitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... masalahnya ke singapura itu tiket berempat udah berapa manda? hotelnya berapa? makanannya gimana? heheheh
      gak mungkin 5 juta kalau berempat... 5 juta itu untuk sendirian atau berdua mungkin. atau ke singapuranya nginep rumah sodara atau temen heheh

      iya...salah satu alasan uni pilih liburan ke sini, selain deket, juga fasilitas hotelnya hehehe

      Delete
  9. Aiiih seger lohat foto-fotonya, Aaam dan Kak Billa kompak banget ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lagi kompak...emang sedap dipandang...hahaha
      coba kalau lagi berantem...pusiiing hahaha

      Delete